Zaman Batu


Zaman Batu

 
Hai sobat, kita bertemu lagi. Kali ini saya akan menerangkan tentang Zaman Batu. Seperti yang sudah pernah saya jelaskan sebelumnya, Zaman Batu adalah masa zaman prasejarah yang luas, ketika manusia menciptakan alat dari batu (karena tak memiliki teknologi yang lebih baik). Kayu, tulang, dan bahan lain juga digunakan, tetapi batu (terutama flint) dibentuk untuk dimanfaatkan sebagai alat memotong dan senjata. Istilah ini berasal sistem tiga zaman. Zaman Batu sekarang dipilah lagi menjadi masa Palaeolithikum, Mesolithikum, Neolithikum dan Megalithikum, yang masing-masing dipilah-pilah lagi lebih jauh.

  1. Palaeolithikum (zaman batu tua)
Ciri – ciri jaman batu tua :
a.             Alat – alat dibuat dari batu (kasar).
b.            Manusianya belum bertempat tinggal tetap.
c.             Berlangsung selama kira – kira 600.000 tahun.
d.            Batu adalah bahan yang sangat utama
 
Jenis – jenis manusia pendukung
1.   Pithecanthropus Erectus.
Ditemukan oleh Eugene Dubois dekat Trinil, sebuah desa di pinggir Bengawan Solo , Ngawi (Madiun). Pertama ditemukan adalah tulang rahang, kemudian  geraham, bagian atas tengkorak, dan tahun 1892 ditemukan geraham lagi dan tulang paha kiri. Volume otak ± 900 cc.  Berjalannya sudah tegak (erectus). Disebut sebagai manusia kera yang berjalan tegak.



2.   Homo Mojokertensis
Diselidiki oleh Von Koenigswald di daerah sepanjang lembah kali Solo, daerah Perning (Mojokerto) selama tahun 1936 – 1941. Pertama ditemukan adalah fosil tengkorak anak –anak dekat Mojokerto. Berbadan tegap, mukanya menonjol ke depan dengan kening yang tebal dan tulang pipi yang kuat.
3.   Pithecanthropus Robustus
Fosil ini ditemukan oleh Weidenreich dan Von Koenigswald tahun 1939 di derah Trinil, Lembah bengawan Solo. Tubuhnya lebih besar dan lebih kuat dari Pithecanthropus Erectus.
4.   Homo Mojokertensis
Diselidiki oleh Von Koenigswald di daerah sepanjang lembah kali Solo, daerah Perning (Mojokerto) selama tahun 1936 – 1941. Pertama ditemukan adalah fosil tengkorak anak –anak dekat Mojokerto. Berbadan tegap, mukanya menonjol ke depan dengan kening yang tebal dan tulang pipi yang kuat.
5.   Meganthropus Palaeojavanicus
Ditemukan oleh Von Koenigswald tahun 1941 di desa Sangiran , Sragen, Jawa Tengah. Rahang lebih besar dan kuat dibandingkan Pithecanthropus. Corak kemanusiaan terlihat pada gerahamnya. Makhluk ini dianggap lebih tua dan lebih besar tubuhnya dari Pithecantropus. Memiliki tonjolan kening yang mencolok, tidak memiliki dagu, serta memiliki perawakan yang tegap, dan memiliki tulang pipi yang tebal. Meganthropus Palaeojavanicus hidup 2 juta sampai 1 juta tahun yang lalu.
6.   Homo Soloensis
Pada tahun 1931-1934 ditemukan 11 fosil tengkorak di dekat desa Ngandong , Lembah Bengawan Solo oleh Von Koenigswald dan Weidenreich. Makhluk ini lebih tinggi tingkatannya daripada Pithecanthropus Erectus, bahkan sudah dapat disebut sebagai manusia.
7.   Homo Wajakensis
Fosil yang ditemukan di Wajak  termasuk Homo Sapiens, dekat daerah Tulungagung. Fosil ini ditemukan oleh Van Rietschoten pada tahun 1889 dan diselidiki pertama kali oleh Dubois. Fosil yang ditemukan terdiri atas tengkorak, rahang bawah, dan beberapa ruas leher. Muka datar dan lebar. Hidung lebar dan bagian mulutnya menonjol. Dahinya agak miring Tenggorokannya sedang, agak lonjong, dan agak bersegi di tengah-tengah atap tengkoraknya dari muka ke belakang.Mukanya lebih Mongoloid karena sangat datar dan pipinya menonjol ke samping. Termasuk ke dalam Homo Sapiens.

 
 
Kebudayaan
A.    Kebudayaan Pacitan
Kapak Genggam (Chopper)
Fungsinya :
Ø  Alat menumbuk biji – bijian
Ø  Membunuh binatang buruan.
Ø  Membuat serat – serat dari pepohonan.
Ø  Senjata menyerang lawannya
Ø  Menetak dan memotong.

 
 
B.    Kebudayaan Ngandong
Alat – alat dari tulang
Fungsinya :
Ø  Mengorek ubi
Ø  Untuk berburu (ujung tombak)
Ø  Menangkap ikan
Ø  Mengumpulkan buah – buahan
Flakes
Fungsinya :
Ø  Untuk mengupas
Ø  Menguliti binatang
Ø  Berburu.
 

Hasil Kesenian
Ø   Arca
Ø   Ukiran – ukiran di tulang
Ø   Lukisan pada dinding gua.


 

2.   Mesolithikum (zaman batu tengah)
Ciri – cirinya :
  1.  Hidupnya mengembara sebagai pemburu.
  2. Mengumpulkan makanan dari alam (Food Gathering).
  3. Tinggalnya di dekat pantai dan di dalam gua.
  4. Sebagian sudah tinggal menetap
 
Hasil kebudayaan

  1. Kjokkenmoddinger
Kjokken = dapur, modding = sampah , bisa disebut sebagai sampah – sampah dapur. Banyak ditemukan di sepanjang pantai Sumatra Timur Laut, Aceh, dan Medan
  1. Pebble (Kapak Sumatra)
Terbuat dari batu kali yang dipecah atau dibelah
c.   Hache Courle (Kapak Pendek)
Bentuknya setengah lingkaran, dibuat dengan memukuli dan memecahkan batu, dan tidak diasah. Digunakan untuk menggiling makanan
  1. Abris Sous Roche

Gua yang dipakai sebagai tempat tinggal. Contoh Gua Lawa dekat Sampung(Ponorogo), Gua di Sulsel (Toala).


 

 
3.   Neolithikum (zaman batu muda
Ciri- cirinya :
•      Cara hidup dengan food producing
•      Telah mengenal bercocok tanam dan beternak
•      Sudah bertempat tinggal menetap
•      Sudah mengenal pembagian kerja.
•      Hidup berkumpul.
•      Alat- alat sudah diasah
Hasil kebudayaan
1)      Kapak Persegi
Fungsinya :
Ø   untuk memahat.
Ø   untuk mencangkul.
Ø   untuk memotong.
Jenisnya ada beliung / cangkul (besar), tarah (kecil), kapak bahu, dan batu asahan. Terutama didapatkan di Sumatra , Jawa, dan Bali. Bahan yang biasa digunakan adalah batu api dan chalcedon.
 
2)      Kapak Lonjong
Fungsinya :
Ø   untuk upacara adat.
Ø   untuk berburu
Ø   untuk memecah.
Jenis – jenisnya antara lain Walzeinbeil (besar biasa), Kleinbeil (kecil). Banyak ditemukan di Irian, Kep. Tanimbar, Minahasa.
3)      Perhiasan
4)      Pakaian (Kulit Kayu dan menenun)
5)      Tembikar.

4.   Megalithikum (zaman batu besar
  1. Menhir
Bentuknya seperti tiang atau tugu, didirikan untuk tanda peringatan dan melambangkan arwah nenek moyang.
  1. Dolmen
  2. Sarcophagus
      Bentuknya seperti palung atau lesung tetapi mempunyai tutup
  1. Kubur batu
  2. Punden berundak
  3. Arca – arca






 
 

 

 

Ketika Zaman Batu Menyerang


Ketika Zaman Batu Menyerang

 
Hai sobat, kita bertemu lagi. Gini sobat, sekarang kan sudah era modern, ceilah.. abad 21 nih. Sekarang kita tidak boleh melupakan jasa-jasa orang terdahulu yang telah memberi inspirasi penemu-penemu modern. Tentu kita tidak boleh melupakan zaman batu. Zaman batu. Ya, zaman batu. Pasti hal yang pertama sobat-sobat pikirkan adalah manusia primitif beserta bongkahan-bongkahan batu yang jadi peralatan mereka. Tetapi, zaman batu bukan hanya sekadar itu. Coba sobat renungkan dulu sejenak.
Aku berjalan. Ku lihat di sekitar, orang-orang dengan peradaban modern. Di tengah kota hasil rekayasa budaya manusia. Hasil reinkarnasi kebudayaan maju. Orang-orang itu membuat tempat tinggal. Tempat mengumpulkan anak-cucu, tempat bersandar dalam letihnya kehidupan. Bukan hanya itu, orang-orang itu juga membuat jembatan, membuat terowongan, membuat pasar, dan dengan singkatnya membuat kehidupan di dalam kehidupan yang telah digariskan.
Aku perhatikan. Terlihat hampir setiap orang membangun itu semua dengan batu keras. Batu yang tak terpecah oleh tangan-tangan lemah. Batu yang cantik. Batu yang memisahkan kesenjangan peradaban lama dengan peradaban modern. Mereka membuat rumah dengan batu. Mereka membuat kantor dengan batu. Mereka membuat jalan dengan batu. Mereka membuat taman dengan batu. Sehingga mereka membuat kehidupan dengan BATU!
Aku teringat, terbayang masa kecil di masa lalu. Ketika aku duduk di sekolah dasar. Sekolah bertembok kayu separuh batu. Sekolah bertaman-taman bunga. Sekolah bersahabatkan keakrabat. Sekolah beralaskan batu-batu pecah, berongga tanah. Sekolah beratapkan seng sedikit celah-celah langit.
Aku masih teringat. Terdengar guru mengajarkan disiplin ilmu. Ilmu tentang tata buku masa lalu. Masa lalu yang bercerita tentang batu. Batu yang dijadikan perkembangan peradaban manusia asing. Asing karena hasil temuan di dalam perut bumi. Bumi yang juga berisikan BATU.
Aku masih teringat. Di dalam ilmu itu, bercerita tentang persahabatan manusia dengan batu. Di mana manusia mendapatkan api dengan batu. Manusia membuat panah dengan batu. Manusia membuat patung dengan batu. Manusia membuat candi dengan batu. Manusia membuat kuburan dengan batu. Dan manusia berkembang seiring perkembangan BATU.
Aku masih teringat. Terlintas bahwa batu-batu itu ada yang kecil, batu itu ada yang besar. Dan aku terkejut, teringat akan istilah lama. MEGALITIKUM. Peradaban manusia yang bersahabat dengan BATU BESAR. Sebesar perkembangan pesat peradaban.
Aku terduduk. Mencoba menuliskan tata buku itu kembali. Tata buku yang mungkin pernah mengalami rugi. Tata buku yang juga mungkin pernah mengalami laba. Dan dengan RUGI/LABA itu manusia tetap mempertimbangkan untuk tetap berinvestasi dengan keuntungan yang diberikan oleh saham BATU!
Aku menulis. Mencoba menginvestigasi layaknya Komisi Pemberantasan Korupsi. Tentang ketidakwajaran-ketidakwajaran soal operasional peradaban manusia yang bersinggungan dengan BATU! Sebab aku yakin, ibarat krisis moneter jika tidak diperiksa dan tidak dikendalikan denganwajar, maka BATU-BATU bumi itu bisa menjadi boomerang layaknya tentara gajah yang dilempari dengan BATU oleh ababil-ababil langit yang datang entah dari mana.
Aku bertanya. Mencoba menemukan jawaban sendiri. Bukankah zaman BATU sudah ada sejak zaman dulu? Bukankah tata buku masa kini berasal LABA/RUGI tata buku masa lalu? Bukankah zaman megalitikum sudah ada sejak zaman dulu?
Aku berpikir. Mencoba damai dengan keadaan. Mencoba menemukan persamaan dan perbedaan antara zaman megalitikum pada saat homo soloensis Berjaya dengan zaman megalitikum pada saat manusia modern, hebat Berjaya.
Aku terhentak. Mencoba menebak bahwa kedua zaman sama persis adanya. Aku terkejut, mencoba mengerutkan dahi, mencari-cari jawaban di sudut-sudut pikiran yang terbungkus oleh akal yang masih lumayan bagus bahwa perbedaan kedua zaman tersebut terletak pada gaya hidup. Gaya hidup rumah batu, gaya hidup kantor batu, gaya hidup jalan-jalan batu, yang lebih mengerikan adalah gaya hidup taman-taman batu. Baya hidup yang menutupi tanah. Gaya hidup yang tak lagi memikirkan kelangsungan hidup.
Aku menerawang. Mencoba berpikir memandang jauh ke masa depan. Hemmmm, peradaban yang sangat disayangkan untuk zaman sekarang. Sayang, karena peradaban akan melangkah lagi atau terhenti, atau mungkin tetap melangkah namun kejauhan.
Aku terhenti. Terhenti menuliskan investigasi untuk tata buku zaman sekarang. Terhenti di tengah jalan buntuh analisis yang masih membingungkan. Tapi aku harus tetap melanjutkan pengauditan ini, untuk mengungkapkan apakah tata buku peradaban manusia dengan BATU masih wajar tanpa pengecualian. Tanpa catatan-catatan nakal manusia.
Aku terhanyut. Terbawa oleh kesalahan-kesalahan tangan manusia. Manusia yang mempertahankan gaya hidup. Gaya hidup yang tak memikirkan hidup orang lain. Orang lain yang punya hak untuk hidup juga. Gaya hidup yang tak memikirkan alam kehidupan. Gaya hidup yang tak memprediksi hari depan kehidupan.
Aku berkicau. Mencoba marah dengan manusia. Bukankah jika batu ini melapisi permukaan bumi, bumi ini akan hancur? Coba perhatikan! Jika bumi tertutup oleh batu dengan kapasitas yang melebihi, di mana persentase kapasitas batu melebihi persentase kapasitas tanah, bumi tidak mau menyerap air? Bukankah banjir akan berada di mana-mana? Bukankah kota akan tertutup air? Bukankah perjalanan kendaraan akan terhanyut oleh air dan memperlambat kehidupan? Bukankah rumput-rumput akan punah? Apakah rumput itu bisa hidup di batu? Dan secara perlahan prilaku manusia yang didasari oleh gaya hidup dengan batu akan membuat hati manusia menjadi keras sekeras BATU! Pada akhirnya, peradaban manusia akan punah karena tidak memperhatikan alam dan berlebihan memanfaatkan BATU!
Aku berkesimpulan. Jika kehidupan tidak memperhatikan setiap segmen kehidupan lainnya, lambat laun akan memporak-porandakan kehidupan secara keseluruhan.
Lalu aku berjalan lagi. Mencoba memperbaiki setiap pos-pos tata buku kehidupan yang pernah dikacaukan oleh peradaban BATU!
Repost from : http://bangsurtangguh.blogspot.co.id/2011/02/zaman-batu-tata-buku-kehidupan-masa.html

Sejarah Dekat dengan Kita?

Sejarah Dekat dengan Kita?


Hai sobat, bertemu lagi dengan saya. Masih dalam konteks sejarah, kali ini saya akan membahas tentang sesuatu, yaitu apakah sejarah dekat dengan kita? Jeeng!
Hah? Masa sih? Ini beneran? Gak boong? Sejarah kan cuman masa lalu, lagian kita beda dimensi, masa lalu ya masa lalu, sekarang ya sekarang, kenapa ia mesti deket dengan kita?
Eitss…, tunggu dulu sobat, walaupun nama kita tidak ditulis di buku sejarah yang isinya orang-orang terkenal, yang punya banyak peran, punya jabatan, punya banyak duit, tapi kita masing-masing punya sejarah sendiri lho, dari kecil hingga kita menutup mata. Percaya gak sobat kalau saya bilang bahwa kita telah mengukir 9985635767 sejarah? Noh... angkanya gede banget yak? ._. nih disini saya akan coba jelaskan kalo sejarah itu dekat dengan kita. Inilah beberapa alasan saya bahwa sejarah itu dekat dengan kita.
Sejarah dekat dengan kita, sebenarnya ini adalah doktrin dari guru sejarah saya di sekolah. Beliau berpendapat bahwa  sejarah itu dekat karena sejarah selalu ada di keseharian kita, Sejarah bagi setiap orang itu berbeda-beda, tetapi satu hal yang pasti sejarah akan selalu berkesinambungan dan terus berlanjut sampai kita tutup usia.
Semua pasti punya sejarah, tanpa terkecuali

Sobat pasti tahu tentang Big Bang Theory, sebuah ledakan besar yang terjadi sekitar 13 juta tahun yang lalu yang mengawali terbentuknya alam semesta. Kita juga tahu ada sejarah dunia, yang isinya membahas keadaan dunia pada zaman dahulu, seperti bagaimana kehidupan ini bisa ada. Kemudian kita juga mengenal sejarah bangsa-bangsa, seperti kapan bangsa Amerika lahir, kapan bangsa Indonesia sempat menjadi negara serikat. Kita juga mengenal yang namanya sejarah Hindu, sejarah Buddha, bahkan sejarah Islam, yang mana bahasannya adalah tentang sejarah Rasulullah SAW dari lahir, masa kekhalifahan dan seterusnya. Juga satu hal yang tak patut dilupakan yaitu sejarah keluarga dan silsilah keluarga, yang mencakup asal usul diri kita sebagai pribadi yang utuh. Nah, itu dia, semuanya pasti mempunyai sejarah, tanpa terkecuali. Saya juga berpikir bahwa kita ini terbuat dari sejarah, kita tidak mungkin ada begitu saja tanpa sejarah, semuanya saling berkaitan dan mempunyai sebab akibat.
Peristiwa tertentu disebut sejarah karena peristiwa tersebut menimbulkan dampak dan sebab akibat. Nah, peristiwa-peristiwa diatas juga menimbulkan suatu dampak, yang mana dampak ini hanya memengaruhi kelompok tertentu, tetapi belum tentu berpengaruh pada kelompok lain. Nah, dari sini tentu kita bisa menyimpulkan diri kita pasti punya sejarah. Ya! all of us have history.

Sejarah itu relatif

Mengapa sejarah itu relatif? Ya, ia relatif karena bagi setiap orang sejarah itu berbeda-beda. Misalnya saja, ada orang yang lahir di Bali, ada yang di Jakarta, di Blitar, setiap orang mempunyai latar belakang dan pengalaman hidup yang berbeda. Mungkin saja menurut ‘B’ dibeliin mobil adalah hal yang biasa saja karena orangtuanya kaya, tetapi bagi si ‘C’ mungkin itu bakalan jadi sejarah buat kehidupan dia.

Sejarah ada di keseharian kita

Karena sejarah ada di keseharian kita, jadi pasti sejarah itu dekat banget. Tiap hari mungkin ada saja peristiwa-peristiwa dan momen yang gak bisa begitu saja kita lupakan dan itu merupakan sejarah bagi diri kita sendiri.
Sejarah dapat dijadikan pembelajaran bagi kita
Bagi saya sejarah adalah sebuah kisah yang berjalan dan sedang terjadi, sejarah tersebut merupakan kerangka yang baik dan cerminan untuk melihat diri kita sendiri dalam dunia dan melihat hal-hal dari masa lalu. Kemudian, dari peristiwa-peristiwa tersebut bias kita ambil hikmahnya.
Surah Yusuf : 111

Nah, itulah berbagai bukti bahwa sejarah itu dekat dengan kita. Jadi gimana nih, masih gak percaya kalau sejarah itu dekat?
Lubna

Apa Itu Sejarah?

Apa Itu Sejarah?





Hai sobat, pada postingan kali ini kita akan membahas tentang satu kata yang acapkali kita dengar “sejarah”. Yup, sejarah… sebenarnya sejarah itu apa sih? Sobat ada yang tahu? Bagi setiap orang sejarah itu berbeda-beda, pasti banyak perbedaan pendapat jika ditanya tentang sejarah. Misalnya saja, ada orang yang berpendapat bahwa tahu sejarah berarti tahu… fakta, semua tanggal, tahu semua istilah, tahu kapan konferensi Meja Bundar, konferensi Linggajati, konferensi apalah itu, atau bahkan tahu isi perjanjian Perang Dunia II. Tetapi ada juga orang yang berpendapat bahwa sejarah itu sederhana, pokoknya segala sesuatu yang telah terjadi, itulah sejarah.

            Menurut pendapat saya, sebagian besar murid ada yang membenci pelajaran sejarah karena guru mengharuskan mereka menghapal fakta. Tetapi sejarah bukanlah seperti itu, sama sekali berbeda. Salah jika beranggapan bahwa sejarah hanyalah tentang deretan angka tahun peristiwa yang harus dihapal. Tidak tepat juga bila menganggap sejarah adalah persoalan masa lalu yang tidak penting untuk dikaji. Karena sejarah bukan daftar mati fakta-fakta, seperti yang dibayangkan orang selama ini. Sejarah adalah serangkaian peristiwa yang melibatkan manusia dan keinginannya secara berkesinambungan. Sejarah mengandung banyak tekstur dan nilai kehidupan, karena banyak sekali ibrah dan pelajaran dapat diambil di dalamnya.

            Bagi sobat yang tahu bahasa arab, kata sejarah pasti mirip dengan salah satu kata di bahasa arab yaitu syajarotun yang artinya pohon. Kemudian bagi sobat yang belajar bahasa German, maka akan menemukan kata sejarah disebut dengan Geschicte yang artinya masa lampau. Yup, suatu peristiwa dapat disebut sebagai sejarah jika itu terjadi di masa lampau. Tentu sobat juga pernah dengar kalimat yang diucapkan Master Oogway salah satu tokoh di kungfu panda ini

“Yesterday is history, tomorrow is mystery, today is called gift. That’s why it’s called present.”

Kemudian dari bahasa Yunani, sejarah disebut sebagai istoria. Istoria ini berarti belajar. Peristiwa sejarah di masa lampau dapat kita gunakan sebagai bahan pembelajaran bagi kita di masa sekarang. Ini juga berarti, bahwa peristiwa tersebut bisa memberikan dampak bagi manusia sekarang.

            Nah, itu tadi pengertian sejarah menurut saya, sekarang saya akan menunjukkan beberapa pengertian sejarah yang dibuat oleh para ahli:

 

Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli Dalam Negeri (Indonesia)

•Muhammad Yamin: Pengertian sejarah menurut Muhammad Yamin adalah ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan

•Moh. Hatta: Menurut Moh. Hatta, sejarah dalam wujudnya memberikan pengertian tentang masa lampau. Sejarah bukan sekadar melahirkan kriteria dari kejadian di masa lalu sebagai masalah. Sejarah tidak sekedar kejadian masa lampau, tetapi pemahaman masa lampau yang didalamnya mengandung berbagai dinamika, mungkin berisi problematik pelajaran bagi manusia berikutnya.

•Nugroho Notosusanto: Pengertian sejarah menurut Nugroho Notosusanto bahwa sejarah adalah peristiwa-peristiwa yang menyangkut manusia sebagai makhluk bermasyarakat yang erjadi di masa lampau. 

•Taufik Abdullah: Pengertian sejarah menurut Taufik Abdullah adalah tindakan manusia dalam jangka waktu tertentu di masa lampau yang dilakukan di tempat tertentu.

•Drs. Sidi Gazalba:  Arti sejarah menurut Drs. Sidi Gazalba adalah masa lalu manusia dan seputarnya yang disusun secara ilmiah dan lengkap meliputi urutan fakta masa tersebut dengan tafsiran dan penjelasan yang memberi pengertian dan pemahaman tentang apa yang berlaku.

•Moh. Ali: Pengertian sejarah menurut Moh. Ali bahwa sejarah merupakan keseluruhan perubahan, dan kejadian-kejadian yang benar-benar telah terjadi. Sejarah adalah ilmu yang menyelidiki perubahan-perubahan yang benar-benar terjadi di masa lampau. 

•Rochmawati Wiriatmaja: Pengertian sejarah menurut Rochiati Wiriatmadja bahwa sejarah adalah disiplin ilmu yang menjanjikan etika, moral, kebijaksanaan, nilai-ilai spritual, dan kultural karena kajiannya yang bersifat memberikan pedoman kepada keseimbangan hidup, harmoni dalam nilai-nilai, keteladanan dalam keberhasilan dan kegagalan, dan cerminan pengalaman kolektif yang menjadi kompas untuk kehidupan masa depan.

•Ismaun: Pengertian sejarah menurut Ismaun adalah suatu ilmu pengetahuan tentang kisah mengenai peristiwa-peristiwa yang benar-benar telah terjadi atau berlangsung dalam segala aspeknya di masa lampau. Sejarah merupakan catatan atau rekaman pilihan yang disusun secara teliti tentang segala aspek kehidupan umat manusia di masa lampau.

 

Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli di Luar Negeri

 

•Aristoteles: Pengertian sejarah menurut Aristoteles merupakan satu sistem yang meneliti suatu kejadian sejak awal tersusun dalam bentuk kronologi. serta menurut Aristoteles bahwa sejarah adalah peristiwa-peristiwa masa lalu yang mempunyai catatan, rekod-rekod atau bukti-bukti yang konkrit.

•J.V. Bryce: Menurut J.V. Bryce, bahwa pengertian sejarah adalah catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh manusia. 

•W.H. Walsh: Pengertian sejarah menurut W.H. Walsh yang mengartikan sejarah itu menitikberatkan pada pencatatan yang berarti dan penting saja bagi manusia. Catatan itu meliputi tindakan-tindakan dan pengalaman-pengalaman manusia di masa lampau pada hal-hal yang penting sehingga meurpakan cerita yang berarti.

•Roeslan Abdulgani: Menurut Roeslan Abdulgani bahwa ilmu sejarah adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadian dengan maksud untuk kemudian menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya tersebut, untuk selanjutnya dijadikan perbendaharaan pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan sekarang serta arah proses masa depan.

•Patrick Gardiner: Pengertian sejarah menurut Patrick Gardiner bahwa arti sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia.

•Herodotus: Pengertian sejarah menurut Herodotus adalah satu kajian untuk menceritakan suatu perputaran jatuh bangunnya seseorang tokoh, masyarakat dan peradaban.

•Robin Winks: Pengertian sejarah menurut Robin Winks adalah studi tentang manusia dalam kehidupan masyarakat.

•Leopold Von Ranke: Menurut Leopald Von Ranke bahwa pengertian sejarah adalah apa yang sungguh-sungguh terjadi.

•Sir Charles Firth: Pengertian sejarah menurut Sir Charles Firth bahwa sejarah merekam kehidupan masyarakat manusia, perubahan masyarakat yang terus menerus, merekam ide-ide yang membatasi aksi-aksi masyarakat, dan merekam kondisi-kondisi material yang telah membantu atau merintangi perkembangannya.  

•Rober V. Daniels: Menurut Robert V. Daniels, pengertian sejarah adalah kenangan dari tumpuan masa silam. Sejarah dimaksud dalam definisi sejarah manusia. Manusia merupakan pelaku sejarah. Kemampuan yang dimiliki oleh manusia adalah kemampuan untuk menangkap kejadian-kejadian yang ada di sekelilingnya. Hasil tangkapan tersebut menjadi ingatan atau memori dalam dirinya. Memori ini akan menjadi sumber sejarah.

•R. G. Collingwood: Pengertian sejarah menurut R. G. Collingwood adalah sebuah bentuk penyelidikan tentang hal-hal yang telah dilakukan oleh manusia pada masa lampau.

Itulah pengertian sejarah menurut pendapat saya dan juga menurut para ahli. Cukup menarik bukan? Hal ini belum seberapa, jika kita belajar lebih dalam dengan sejarah maka kita bisa mengerti apa yang terjadi di masa lalu, menyelam dalam dimensi ruang dan waktu, kemudian kita bisa mengambil pelajaran dari masa lalu tersebut. Nah, itu dia… Sejarah memang tidak ada habisnya, sampai kapanpun bakalan masih diingat walau sudah berganti menit, jam, hari, tahun, bahkan mungkin abad… You face a very long eternity beyond the grave, which is so long you cannot even come close to humanly comprehending it.
Lubna